Total Tayangan Laman

Selasa, 06 November 2012

MANAJEMEN DAN ORGANISASI




1. MANAJEMEN

A.1. Pengertian Manajemen
a. Pengertian Manajemen menurut James A. F Stoner, 1996
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Pengertian Manajemen menurut The Liang Gie, 1982
Manajemen adalah unsur yang merupakan rangkaian perbuatan menggerakkan karyawan-karyawan dan mengarahkan segenap fasilitas kerja agar tujuan organisasi yang bersangkutan benar-benar tercapai.
c. Pengertian Manajemen menurut Marry Parker Follet
Manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain.
d. Pengertian Manajemen Richard L. Daft
Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengeendalian sumber daya organisasi.

A.2. Peranan Manajemen
Peranan manajemen yang harus diperankan oleh manajer, yaitu
a) Peran Interpersonal
Hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi:

  • Figurehead (Pemimpin Simbol), sebagai simbol-simbol dalam acara perusahaan.
  • Leader (Pemimpin), menjadi pemimpin yang memberi motivasi para karyawan serta mengatasi masalah yang muncul.
  • Liaison (Penghubung), menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.

b) Peran Informasi
Berperan dalam mengatur informasi yang dimiliki baik berasal dari dalam maupun dari luar organisasi, meliputi :
-          Monitor / Pemantau : mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan, dan merekam kejadian/peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.
-          Disseminator / Penyebar : menyebar informasi yang didapat kepada orang-orang dalam organisasi.
-          Spokeperson / Juru Bicara : mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.
c) Peran Pengambil Keputusan
Peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi :

  1. Enterpreneur / Kewirausahaan : membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.
  2. Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.
  3. Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.
  4. Negotiator / Negosiator : melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja / perusahaan.


B. Latar Belakang Sejarah Manajemen
Inovasi penyebaran sistem angka Hindu-Arab (abad ke-5 hingga ke-15) dan kodifikasi kesekretariatan entri-ganda (1494) menyediakan perangkat untuk penilaian, perencanaan, dan kendali manajemen. Bidang pelajaran manajemen berkembang dari ekonomi dalam abad 19. Pelaku Ekonomi klasik seperti Adam Smith dan John Stuart Mill memberikan teori pengaturan sumber daya, produksi, dan penetapan harga. Pada saat hampir bersamaan, beberapa penemu (Eli Whitney, James Watt, dan Matthew Boulton mengembangkan teknik produksi seperti penetapan standar, prosedur kontrol kualitas, akuntansi biaya, penukaran bahan, dan perencanaan kerja. Pada pertengahan abad 19, Robert Owen, Henry Poor, dan M.Laughlin memperkenalkan elemen manusia dengan teori pelatihan, motivasi, struktur organisasi, dan kontrol pengembangan pekerja. Pada akhir abad 19, pelaku ekonomi marginal Alfred Marshall dan Leon Walras memperkenalkan lapisan baru yang kompleks ke teori manajemen. Pada 1990an manajer mencoba mengganti teori mereka secara keseluruhan berdasarkan sains. Teori pertama tentang manajemen yang lengkap muncul sekitar tahun 1920. Henry Fayol dan Alexander Church menjelaskan beberapa cabang dalam manajemen dan hubungan satu sama lain. Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan : “Konsep Korporasi”(Concept of the Corporation), diterbitkan tahun 1946. Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi. H. Dodge, Ronald Fisher, dan Thorton C Fry memperkenalkan teknik statistika ke dalam manajemen. Pada tahun 1940an, Patrick Blackett mengombinasikan teori statistika dengan teori mikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi. Riset operasi sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi.

C.1. Fungsi Manajemen
Pada hakekatnya fungsi manajemen dikombinasikan menjadi 10 fungsi, yaitu:
1. Forecasting (Ramalan)
Meramalkan dan memproyeksikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.
2. Planning (Perencanaan)
Penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
3. Organizing (Organisasi)
Pengelompokkan kegiatan untuk mencapai tujuan, termasuk dalam hal penetapan susunan organisasi, tugas, dan fungsinya.
4. Staffing / Assembling Resources (Penyusunan Personalia)
Penyusunan personalia dilaksanakan sejak penarikan tenaga kerja baru, latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi.
5. Directing / Commanding (Pengarah / Mengkomando)
Usaha memberi bimbingan, saran-saran, dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai tujuan yang ditetapkan.
6. Leading (Kepemimpinan)
Pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
7. Coordinating ( kordinasi)
Menyelaraskan tugas / pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling melempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatupadukan, dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.
8. Motivating (Motivasi)
Pemberian semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan  secara sukarela.
9. Controlling (Pengawasan)
Penemuan dan penerapan cara serta peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai tujuan.
10. Reporting (Pelaporan)
Penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis, maupun lisan.

C.2. Proses Manajemen
1) Planning (Merencanakan)
Manajer memikirkan dengan matang terlebih dahulu sasaran dan tindakan mereka berdasarkan metode, rencana, logika dan bukan berdasarkan perasaan.
2) Organizing (Mengorganisasikan)
Proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaan, wewenang, dan sumber daya di antara anggota organisasi, sehingga mereka dapat mencapai sasaran organisasi.
3) Actuating (Memimpin)
Mengarahkan, memotivasi, dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan anggota kelompok atau seluruh organisasi.
4) Controlling (Mengendalikan)
Proses memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Manajer harus meyakini tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi benar-benar menggerakkan organisasi kearah sasaran yang telah dirumuskan. 

D. Ciri-Ciri Manajer Profesional
- Berpendidikan
- Pelatihan
- Pengalaman
- Memiliki minat dan dorongan untuk bersedia memainkan peran sebagai manajer profesional

Manajer yang profesional dituntut mempunyai sifat dan sikap sebagai berikut :
1. Mempunyai rasa percaya diri yang besar
Yaitu menyadari bahwa dirinya mempunyai kemampuan tertentu dan optimis dapat melakukan kegiatan / usaha tertentu.
2. Berpandangan jauh ke depan
Seorang manajer yang profesional harus memiliki visi.
3. Berwawasan luas
Manajer profesional tidaklah selalu harus seorang yang ahli secara teknis di bidang tertentu, tetapi cukup seorang yang banyak pengetahuan secara umum mengenai hal-hal yang terkait dengan bidang yang dikelola.
4. Berorientasi pada pencapaian tujuan dan hasil
Manajer harus bersikap berorientasi pada pencapaian tujuan agar hasilnya sesuai dengan rencana.
5. Berbudaya korporat
Yaitu bersikap transparansi, indenpendensi, reponsif, akuntabilitas, dan kejujuran.

E. Keterampilan Manajemen yang Dibutuhkan
a) Keterampilan Konseptual (Conceptional Skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan membuat ide, konsep, dan gagasan  yang kemudian harus dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan / konsep tersebut demi kemajuan organisasi. Proses penjabaran ide menjadi rencana kerja yang kongkret itu disebut proses perencanaan (planning). Oleh karena itu, keterampilan konsepsional merupakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
b) Keterampilan Berhubungan dengan Orang Lain (Humanity Skill)
Manajer juga memerlukan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan kemanusiaan. Dengan adanya sikap komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan ini diperlukan  baik di tingkat manajemen atas, menengah, maupun bawah.
c) Keterampilan Teknis (Technical Skill)
Pada umumnya merupakan bekal bagi manajer tingkat yang lebih rendah. Keterampilan ini merupakan kemampuan menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi.

Ricky W. Griffin menambahkan 2 keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:

a. Keterampilan Manajemen Waktu
Merupakan keterampilan yang menjurus pada kemampuan seorang manajer dalam menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana Waktu yang mereka miliki merupakan aset berharga, apabila mereka menyia-nyiakan waktu, berarti mereka membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
b. Keterampilan Membuat Keputusan
Merupakan keterampilan mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan ini adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan 3 langkah pembuatan keputusan, yaitu:
1. Manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya.
2. Manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik.
3. Manajer harus mengimplementasikan alternatif  yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

2. ORGANISASI
    
A. Definisi Organisasi
Berikut ini pengertian organisasi menurut para ahli, yaitu :

  • Stoner, organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan manajer tujuan bersama.
  • James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard, organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh 2 orang / lebih.
  • Stephen P. Robbins, organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. 

B. Pentingnya Mengenal Organisasi
Organisasi adalah bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Perlu kita pahami bahwa yang menjadi dasar organisasi bukanlah “SIAPANYA”, akantetapi “APANYA”. Maksudnya, yang dipentingkan dalam organisasi bukan siapa orang yang akan memegang organisasi, tetapi apakah tugas dari organisasi. Apabila kita telah mengenal organisasi, maka organisasi dapat memberikan kita beberapa manfaat, yaitu :
a) Organisasi sebagai penutun pencapaian tujuan
Pencapaian tujuan akan lebih efektif dengan adanya organisasi yang baik.
b) Organisasi dapat mengubah kehidupan masyarakat
Contohnya, jika organisasi bergerak di bidang kesehatan dapat membentuk masyarakat menjadi dan memiliki pola hidup sehat.
c) Organisasi menawarkan karier
Karier berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan. Jika kita menginginkan karier untuk kemajuan hidup, berorganisasi dapat menjadi solusi.
d) Organisasi sebagai cagar ilmu pengetahuan
Organisasi selalu berkembang seiring dengan munculnya fenomena-fenomena organisasi tertentu. Peran penelitian dan pengembangan sangat dibutuhkan sebagai dokumentasi yang nanti akan mengukir sejarah ilmu pengetahuan.

C. Bentuk-Bentuk Organisasi
1) Organisasi Garis
Bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. Organisasinya masih kecil, jumlah karyawannya sedkit dan saling mengenal, serta spesialisasi kerja belum tinggi.
2) Organisasi Garis dan Staff
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staff yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu, tugasnya member nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan dalam organisasi.
3) Organisasi Fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan jelas.
4) Organisasi Panitia
Organisasi ini dibentuk hanya untuk sementara saja. Setelah tugas selesai, maka selesailah organisasi terebut.
5) Organisasi Lini dan Staff
Staff tugasnya memberi layanan dan nasihat kepada manajer dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Tugas yang dilakukan oleh organisasi ini merupakan tugas-tugas pokok dari organisasi / perusahaan.

D. Prinsip-Prinsip Organisasi
a) Perumusan Tujuan yang Jelas
Tujuan dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi, karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun nonfisik.
b) Pembagian Kerja
Pembentukan suatu organisasiharus terlihat dengan jelas akan pembagian kerja dari masingg-masing unit (sub) organisasi, hal ini supaya tidak terjadi tumpang tindih aktivitas dan kemudian dapat menghambat tujuan.
c) Delegasi Kekuasaan
Jika adanya pembagian kerja yang jelas, maka akan terlihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan (wewenang) dari masing-masing unit kerja.
d) Rentang Kekuasaan
Merupakan penjabaran dari pendelegasian kekuasaan. Parameter dan tolak ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan (kesewenangan  kekuasaan).
e) Tingkat Pengawasan
Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub (unit) bawahannya haruslah terlihat dalam struktur organisasi. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta.
f) Kesatuan Perintah dan Tanggung Jawab
Jika tergambarnya struktur organisasi jelas, maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan delegasi (perintah) akan nampak.
g) Koordinasi
Koordinasi harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan organisasi agar tujuan organisasi akan semakin cepat tercapai. 

E. Sebab Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi
Keberhasilan dan kegagalan organisasi berhubungan erat dengan peran para anggotanya. Suatu keberhasilan dapat tercapai apabila adanya kerjasama yang baik antar anggota. Begitu pula sebaliknya, kegagalan akan terjadi apabila tidak adanya kerjasama yang baik antar anggota. Oleh karena itu, untuk mencapai suatu keberhasilan dalam organisasi harus dapat menjalin hubungan yang baik antar  anggota agar tercapainya tujuan organisasi tersebut.



Referensi :
Ilmuakuntansi.web.id/pengertian-manajemen-menurut-ahli/
blogbintang.com/pengertian-manajemen
vinabastian.blogspot.com/2012/04/peranan-manajemen-dalam-organisasi.html?m=1
id.shvoong.com/social-sciences/743569-sejarah-manajemen/
setiawandika19.blogspot.com/2011/11/fungsi-fungsi-manajemen.html?m=1
sigmavite.blogspot.com/2011/04/proses-manajemen.html?m=1
rahmanelieser.blogspot.com/2010/10/manajemen-dan-organisasi.html?m=1
rismaeka.wordpress.com/2010/10/16/manajemen-dan-organisasi/
id.m.wikipedia.org/wiki/Organisasi
saefulbafri009.blogspot.com/2010/11/organisasi-manajemen-bab-5.html?m=1
alfiantoromdoni.blogspot.com/2012/01/manajemen-dan-organisasi.html?m=1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar