Total Tayangan Laman

Senin, 03 Desember 2012

MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

1. Peran dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan
Manajer keuangan merupakan seseorang yang mempunyai hak dalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang investasi dan pembelanjaan perusahaan.
Peran Manajer Keuangan
Kesuksesan perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan manajer keuangan dalam beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan, investasi dalam aset-aset perusahaan, dan kemampuan mengelolanya secara bijaksana. Apabila perusahaan dapat dikembangkan dengan baik oleh manajer keuangan, maka kondisi ekonomi perusahaan secara keseluruhan juga menjadi lebih baik. Seandainya dana-dana dialokasikan secara tidak tepat, maka pertumbuhan ekonomi perusahaan akan menjadi lambat.
Tanggung Jawab Manajer Keuangan
Manajer keuangan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap apa yang telah dilakukannya. Keputusan keuangan yang menjadi tanggung jawab manajer keuangan dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu:
1.   Mengambil keputusan investasi/pembelanjaan aktif (investment decision)
2.   Mengambil keputusan pendanaan/pembelanjaan pasif (financing decision)
3.   Mengambil keputusan dividen (dividend decision)
Keputusan-keputusan tersebut harus diambil sesuai dengan tujuan yang seharusnya dipergunakan oleh perusahaan, yaitu memaksimumkan nilai perusahaan.

1.A. Penganggaran Modal (Capital Budgeting)
Seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pengeluaran dana dengan jangka waktu pengembaliannya melebihi satu tahun disebut Capital Budgeting (Penganggaran Modal). Penganggaran modal sangat penting karena:
1.    Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka panjang, jadi perusahaan
harus menunggu jangka panjang sampai keseluruhan dana yang tertanam dapat diperoleh kembali.
2.    Investasi dalam aktiva tetap yang menyangkut hasil penjualan dimasa yang
akan datang.
3.    Pengeluran dana untuk keperluan umumnya melibatkan jumlah yang besar
yang mungkin tidak dapat diperoleh dalam jangka pendek dan sekaligus.
Penganggaran modal membutuhkan perhitungan yang lebih rinci dan hati-hati karena   pengembaliaan dana > 1 tahun. Cara menghitung capital budgeting adalah dengan metode penilaian investasi yaitu:

•    Metode average rate of return
•    Metode waktu pengembalian investasi
•    Metode net present value
•    Metode profitability index
•    Metode internal rate of return

1.B. Penggolongan Investasi Aktiva Tetap dan Pemilihan Alternatif
1. Investasi penggantian
Dalam hal ini suatu aktiva yang sudah usang (absolute) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan.
2. Investasi penambahan kapasitas
Usul penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru. Investasi ini juga bersifat investasi pengganti. Contohnya mesin yang sudah tua diganti mesin baru yang lebih besar kapasitasnya dan yang lebih efisien.
3. Investasi penambahan jenis produk baru
Investasi ini mempunyai tingkat ketidakpastian yang besar, karena menyangkut produk baru disamping produk yang telah di produksi.
4. Investasi lain-lain
Investasi ini adalah usulan investasi yang tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas, misalnya investasi untuk pemasangan alat pemanas (heater), alat pedingin (air conditioner), dan sebagainya.

1.C. Metode Penilaian Investasi
Penganggaran modal (capital budgeting) menempati posisi penting, karena sebelum perusahaan memutuskan akan melakukan suatu usulan investasi tertentu sangat perlu melakukan evaluasi atas kekayaan investasi tesebut. Beberapa penggolongan metode yang dapat digunakan dengan kelebihan serta kelemahannya masing-masing akan dibahas pada bagian berikut:
1.    Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi,
Contoh: average rate of return (accounting rate of return).
2.    Metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar cash flow (arus kas)
Contoh: pay back period method, internal rate of return, net present value, dan profitability index.

1.D. Arus Kas Masuk
Aliran kas masuk netto (net cash inflow), yaitu aliran uang tunai masuk sebagai hasil dari investasi baru dan sering pula disebut net cash proceeds/proceeds. Laporan arus kas (cash flow statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan. Arus kas masuk dan keluar yang didiskontokan pada saat ini (present value (PV)). yang dijumlahkan selama masa hidup dari proyek tersebut dihitung dengan rumus:

Rt/(1+i)^t
Keterangan:
^t         : pangkat t
t           : waktu arus kas
i           : adalah suku bunga diskonto yang digunakan
Rt        : arus kas bersih (the net cash flow) dalam waktu t

1.E. Metode Average Rate of Return
Kelebihan metode ini:
1. Sederhana dan mudah dimengerti.
2. Metode ini menggunakan data akuntansi yang sudah tersedia sehingga tidak memerlukan perhitungan tambahan.
Kelemahan metode ini:
a. Tidak memperhitungkan time value of money.
b. Menitikberatkan pada laba akuntansi dan bukan pada arus kas yang besangkutan.
c. Merupakan pendekatan jangka pendek dengan menggunakan angka rata-rata yang dapat menyesatkan.
d. Kurang memperhitungkan jangka waktu investasi.

1.F. Metode Masa Pengembalian Investasi (Pay Back Period)
Metode ini tidak mempertimbangkan aliran kas masuk yang merupakan penerimaan perusahaan dan dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan investasi di masa yang akan datang. Metode ini jarang digunakan dalam menilai suatu investasi, karena mengabaikan time value of money.

1.G. Metode Net Present Value
Metode yang menghasilkan kesimpulan sama, yaitu menyamakan nilai investasi yang ditanamkan dengan nilai penerimaan tiap tahunnya. NPV juga merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon. Dengan kata lain, NPV merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini. Diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, biaya operasional, serta perkiraan manfaat dari proyek yang direncanakan untuk menghitung NPV.

jika
artinya
sehingga
NPV > 0
investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahaan.
proyek bisa dijalankan
NPV < 0
investasi yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
proyek ditolak
NPV = 0
investasi yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung ataupun merugi.
kalau proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tidak berpengaruh pada keuangan perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan kriteria lain misalnya dampak investasi terhadap positioning perusahaan.

1.H. Metode Profitability Index
Digunakan dalam memilih investasi yang bersifat mutually ekslusive, artinya jika sudah menetapkan satu investasi, maka investasi yang lain harus dikorbankan.

1.I. Metode Internal Rate of Return
Metode ini merupakan metode penilaian investasi dengan memperhitungkan arus kas yang digunakan dalam memilih investasi yang bersifat mutually ekslusive, artinya jika sudah menetapkan satu investasi, maka investasi yang lain harus dikorbankan.


2.    PERENCANAAN KEUANGAN
Kunci dari manajemen keuangan yang efektif adalah pembuatan rencana keuangan. Rencana keuangan adalah rencana usaha untuk mencapai posisi keuangan yang dicari di masa yang akan datang.

2.A.     MENGAPA PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN DANA?
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha. Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran :
• Pengeluaran Jangka Pendek (Short Term/Operating Xpenditures)
• Pengeluran Jangka Panjang (Long Term/Capital Xpenditures)

2.B.      PEMBIAYAAN PERUSAHAAN
Pembiayaan perusahaan merupakan badan usaha di luar Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:
a)    Sewa Guna Usaha (Leasing)
Adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Sewa Pembiayaan (Finance Lease) maupun Sewa Operasional (Operating Lease).
b)    Anjak Piutang (Factoring)
Adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan berikut pengurusan atas piutang tersebut.
c)    Usaha Kartu Kredit (Credit Card)
Adalah kegiatan pembiayaan untuk pembelian barang dan/atau jasa dengan menggunakan kartu kredit.
d)    Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance)
Adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran.
Skema bisnis perusahaan pembiayaan didasari oleh adanya underlying asset; dekatnya jaringan industri pembiayaan dengan industri manufaktur, distributor, dan pemegang merek tunggal; serta mudah dan cepatnya pelayanan, membuat industri pembiayaan lebih dekat ke konsumennya dibandingkan industri pemberi kredit sejenis



http://rooe.wordpress.com/2012/04/21/peran-tugas-tanggung-jawab-manajer-keuangan/
http://ais-zakiyudin.blogspot.com/2012/03/peran-dan-tanggung-jawab-manajer.html
http://id.wikipedia.org/wiki/NPV
http://karinadevianta.blogspot.com/2012/01/bab-9-manajemen-keuangan-perusahaan.html
http://tharuly.blogspot.com/2012/01/manajemen-keuangan-perusahaan.html

1 komentar:

  1. Thanks for providing such a great article, it was excellent and very informative.
    as a first time visitor to your blog I am very impressed.
    Economics :)

    BalasHapus